Brand Kosmetik Ternama Belum Tentu Terjamin Keamanannya



 Channel mengumumkan akan menghentikan produk kosmetiknya yang memakai talk karena bisa menyebabkan kanker. Kok bisa Brand mewah menggunakan bahan berbahaya?

Chanel bukan pemain baru di industri kosmetik. Perusahaan asal Perancis ini sudah beroperasi sejak 1909. Ia dikenal sebagai brand kosmetik mewah yang menyasar pasar orang-orang berduit. Ia bukan sekadar menjual fungsi tetapi juga kebanggaan bagi konsumennya.

Namun, bahkan perusahaan sekelas Chanel pun bisa kecolongan. Baru-baru ini perusahaan Perancis itu menghentikan penjualan sejumlah lini produknya yang menggunakan bahan talk. Salah satu produk yang ditarik adalah bedak wajah.

Ini sebenarnya bukan perkara baru. Pada 2017, pihak Chanel sempat menghentikan produk kosmetik berbahan talk. Itu setelah perusahaan dituntut karena menggunakan bahan berbahaya.

Apa itu talk? Ia sejenis senyawa mineral yang terbuat dari magnesium, silicon, hidrogen dan oksigen. Bahan ini jamak digunakan sebagai kosmetik karena bisa menyerap kelembaban dan membantu menyamarkan goresan di kulit. Namun, ia dianggap berbahaya karena juga mengandung asbestos, senyawa yang dapat menyebabkan kanker.



Memang tidak semua produk berbahan talk yang mengandung asbestos. Produk yang bebas asbestos dianggap aman. Namun, konsumen kesulitan menentukan mana produk yang mengandung asbestos dan mana yang tidak. Sejumlah penelitian menunjukkan asbestos bisa memicu kanker ovarium dan kanker paru-paru ketika terhirup.

Talk sering digunakan sebagai bahan produk kecantikan karena merupakan mineral yang paling lembut. Ia diaplikasikan di berbagai macam produk seperti bedak wajah, blush on, eyeshadow, foundation, lipstik hingga mascara.

Sebenarnya tidak hanya talk yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Beberapa bahan lain yang pernah digunakan sebagai bahan kosmetik yang bisa membahayakan tubuh kita adalah formaldehida, paraben, logam berat, dan ethoxylated. Beberapa bahan tersebut sangat berbahaya jika diolah untuk kosmetik. Resiko yang harus dihadapi adalah kanker kulit, gangguan hormon, hingga kanker payudara.

Tidak hanya Channel yang memutuskan untuk tidak menggunakan bahan talk dalam produknya. Revlon dan Loreal juga berkomitmen meninggalkan bahan talk dan mencari alternatif mineral lain.

Pada 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar produk kosmetik yang berbahaya. Salah satunya adalah pensil alis yang diproduksi Revlon, brand kosmetik asal Amerika yang sudah beroperasi sejak 1932. Tidak hanya Revlon, BPOM juga menyebut pensil alis yang diproduksi Mac, perusahaan kosmetik ternama asal Kanada, juga berbahaya bagi kesehatan. 

Mengapa brand kosmetik ternama alpa memperhatikan keamanan bagi konsumennya? Kejadian ini bisa membuktikan bahwa produk terkenal tidak menjamin bagus kualitasnya. Dengan banyaknya produk kosmetik yang beredar di pasaran, kita harus lebih jeli dalam memilih produk. Harga tidak selalu menjadi penentu kosmetik yang kita gunakan aman.

Saat ini kosmetik tidak hanya digunakan oleh perempuan saja tetapi juga oleh kaum hawa.  Banyak dari kaum pria yang juga menggunakan kosmetik sebagai penunjang untuk penampilan baik dalam aktivitas formal maupun nonformal. Bagi masyarakat Korea Selatan, kosmetik bisa dikatakan kewajiban. Apalagi bagi seorang idol boyband maupun girlband. Tidak hanya di atas panggung, kebanyakan agensi juga mengharuskan mereka untuk menggunakan make up di setiap aktivitas.

Di Indonesia, bisnis kosmetik terus mengalami peningkatan. Ini seiring dengan kesadaran masyarakat yang makin gemar merawat tubuh. Tinggal kita sebagai konsumen yang harus pandai memilah-milah produk yang terbaik. Bukan hanya soal label harganya tetapi juga soal keamanannya.

tulisan ini telah tayang di haluan.co

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال